Lampungnist

Terkini dan Terpercaya

K3S Sambangi PWI Way Kanan


(Lampungnist.com)-Banyaknya ulah oknum yang mengaku sebagai wartawan yang kerap kali datang ke sekolah-sekolah dengan modus mengancam dan menakut-nakuti kepala sekolah membuat puluhan kepala sekolah SD mendatangi sekretariat PWI Way Kanan Kamis (13/02)

Kedatangan Puluhan kepala sekolah SD se Kabupaten Way Kanan ke sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten setempat guna mengadukan keresahan mereka akibat maraknya oknum yang mengaku wartawan berkeliaran mendatangi sekolah-sekolah dengan cara-cara yang kurang beretika kepada Pengurus PWI Kabupaten Way Kanan.

Kedatangan Ketua K3S SD Kabupaten Way Kanan, Suparno, juga turut didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Bintang Aria, Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Dinas Okta,

Suparno di hadapan pengurus PWI Way Kanan menjelaskan, saat ini banyak sekali oknum wartawan yang meresahkan dengan sikap dan cara-cara mereka yang tidak beretika sehingga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

“Oleh karenanya kami memutuskan untuk berkordinasi dengan PWI Kabupaten Way Kanan dalam hal ini apa yang harus kami sikapi dan seperti apa yang harus kami lakukan, karena dilapangan banyak sekali yang mengatasnamakan wartawan tapi tidak ada etikanya,” keluhnya.

Menanggapi keluhan tersebut Ketua PWI Kabupaten Way Kanan Novita Sari, menyampaikan kepada kepala sekolah untuk menyikapi masalah ini dengan tidak perlu resah.

“Apabila ada oknum wartawan yang tidak beretika bahkan sampai memeras, itu sudah tindakkan kriminal dan wajib untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib,” cetus Novita Sari.

“Kalau ada wartawan yang datang dan mereka ini mengatasnamakan PWI Way Kanan, kemudian meminta sejumlah uang, untuk PWI, silakan dicatat namanya dan laporkan segera ke pengurus PWI, maka akan kita tindak sesuai dengan PD PRT yang berlaku, ujar Novita Sari.

“Kepala sekolah berhak untuk tidak menjawab pertanyaan wartawan tersebut apabila pertanyaan tersebut sudah sangat menyudutkan bahkan dengan nada keras”.Ujar Novita lagi

Yang namanya wartawan itu tugasnya hanya menulis berita berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan melakukan wawancara dengan teknik wawancara yang baik dan benar bukan malah mengintimidasi narasumber,  layaknya aparat penegak hukum saja, sambung Novita lagi.

Apalagi kalau wartawan yang datang tersebut belum memiliki sertifikat kompetensi sebagai wartawan, maka kepala sekolah berhak untuk tidak menjawab pertanyaan mereka atau No Comment” pungkasnya.(Romy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *