Lampungnist

Terkini dan Terpercaya

Adipati Buka Lomba Mewarnai Gambar Tingkat PAUD/TK, Pidato Berbahasa Lampung Tingkat SMP dan Story Telling Tingkat SD se-Kabupaten Way Kanan 

(lamlungnist.com)-Terkait dengan perkembangan Budaya Lampung di Kabupaten Way Kanan, selaku Kepala Daerah siap dan sangat mendukung  upaya pelestarian budaya yang salah satunya adalah mewajibkan penggunaan Bahasa Lampung bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, dan ini sudah dituangkan dalam surat edaran Bupati Way Kanan Nomor: 060/59/1-II/WK/2017 tanggal 25 April 2017 tentang Ketentuan Pengunaan Bahasa Lampung Way Kanan setiap Hari Rabu sebagai bentuk pelestarian Bahasa Daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Way Kanan saat acara Pembukaan Lomba Mewarnai Gambar Tingkat PAUD/TK, Pidato Berbahasa Lampung tingkat SMP dan strory telling tingkat SD se-Kabupaten Way Kanan dalam rangka HUT ke-20 Kabupaten Way Kanan tahun 2019 yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab setempat Selasa, (16/04) .

Turut hadir dalam acara tersebut ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan Ny Hj Desy Ariyanti Adipati, Wakil Ketua TP PKK Ny Hj. THmhurisnawaty Edward Anthony, Ketua DWP Ny Hj Vorian Melita Saipul, para kepala SKPD yang ada di jajaran Kabupaten Way Kanan.
Bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya SH. MM mengatakan, Penyelenggaraan Lomba Mewarnai, Pidato Bahasa Lampung dan story telling (bercerita leluhur) adalah kegiatan yang melibatkan berbagai komponen, baik peserta maupun pendamping, merupakan proses pembelajaran yang panjang, mengingat para peserta terlebih dulu telah mendapatkan bimbingan dan pelatihan dari Bapak-bapak, ibu – Ibu Guru pendamping.

Untuk itulah kepada para pembimbing Bupati Way Kanan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya karena telah bersusah payah memberikan bimbingan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan apa yang dipersembahkan Bapak ibu guru kepada putra-putri kita akan dikenang sepanjang masa mereka dan sekaligus dapat mengantarkan putra-putri kita dalam penelusuran minta dan bakat.
Dewasa ini bahasa Lampung dan story telling atau bercerita tentang legenda terasa semakin terpinggirkan, sebagian dari anak-anak muda kita malu menggunakan bahasa Lampung dan bercerita tentang leluhur, padahal ini adalah kekayaan budaya kita yang sudah semestinya kita junjung tinggi.

Bupati Way Kanan mengharapkan perhatian dan keikhlasan dari para Pelestari adat budaya Lampung untuk terus konsisten, rela dan ikhlas membagi ilmu menuturkan kembali riwayat leluhur kita, sehingga anak cucu kita tidak putus riwayat silsilahnya. (Romy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *